Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Karangan fiksi: False Belief

  Hari ini aku menjalani segala aktivitasku dengan rasa kesal. Sarapanku pagi ini rasanya begitu hambar meskipun garam yang kutambahkan ke dalam telur ceplokku sudah memenuhi sendok teh kecil itu. Aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran orang lain, hari masih pagi dan aku pun baru membuka mata ketika kugulirkan layar ponselku di media sosial dan melihat postingan penuh romansa itu. Aku sangat kesal karena aku jadi teringat bahwa namamu belum muncul di notifikasi ponselku sejak kemarin. Atau dua hari yang lalu? Aku kira mungkin kamu sedang berada di dalam perjalananmu membelah hutan dan rindangnya pohon-pohon di sana pasti menghalangi sinyal untuk masuk sehingga kamu kesulitan untuk beraktivitas daring. Ini memang bukan pertama kalinya, tapi ini sudah terjadi berulang kali, dan berulang kali juga aku memaafkanmu. Kupikir selalu ada alasan untuk terjadinya suatu peristiwa, dan kurasa itu juga terjadi padamu. Aku tak akan banyak protes dan kesal seandainya namamu sesegera mung...

Postingan Terbaru

Aku ingin berkeliling

DIALOG

OVERTHINKING

Karangan fiksi: Curhat

Niat Refreshing Jadi Berpusing-Pusing

Karangan fiksi: Menelusuri

Manusia Hebat

Dari Webinar Aku Belajar

Karangan fiksi: Cerita yang Berkesan