Niat Refreshing Jadi Berpusing-Pusing

    Hari Minggu memang hari yang tepat untuk bersantai. Sebelum kesibukan bertambah, sebelum deadline benar-benar muncul di hadapan mata. Refreshing, itulah ide yang tiba-tiba terpikirkan di otakku pada Sabtu malam ketika membuka laptop tapi tak kunjung mengerjakan tugas. Oke, aku mau refreshing besok!

    Berbekal persamaan latar belakang, yaitu sama-sama ingin refreshing, pada Minggu pagi aku dan temanku bertemu di sebuah tempat bernama Embung Langensari. Tempat ini adalah taman kota yang berlokasi di daerah Klitren, Gondokusuman. Pergi ke sana jam setengah sembilan pagi tanpa berniat berolahraga, lalu apa yang kami lakukan? 

Merenung.

    Embung Langensari tempat yang pas untuk merenung. Selain terdapat jogging track, di sana juga ada banyak tempat duduk yang menghadap langsung ke danau buatan. Suasananya asri karena banyaknya tanaman hijau di sekitar sana. Ya, namanya juga taman kota! Kebetulan, tempat duduk yang kami pilih berada di bawah pohon beringin, jadi adem. Sambil nonton orang memancing, mengobrol adalah kegiatan yang kami lakukan. Soalnya kalau full merenung, susah sih pas bareng teman.

our view!

    Eh, kebetulan lagi, ternyata pada 5 Juni ini sedang ada acara kebudayaan di Embung Langensari. Senang lah ya, daripada lihat danau doang, kan lumayan ada tontonan. Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah setempat. Rame! Ada kirab yang membawa beberapa gunungan, ada pertunjukkan tari, selebihnya gak tahu soalnya kami kabur dulu hehehe

gunungannya wow :o sebenernya pengen minta😞










kelihatan gak ada orang nari?

    Dari Embung Langensari, kami pindah ke sebuah kedai minuman yang jaraknya sekitar 500 meter dan dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Namanya Es Coklat Impian. (bukan maksud promosi)

    Apa sih yang disajikan? Ya, tentu saja es cokelat, dong! Es cokelat ini disajikan ke dalam cangkir yang disediakan dalam tiga jenis, yaitu small, medium, dan large. Menikmatinya bersama dengan sepotong roti yang bisa langsung dilahap atau request untuk dipanggang terlebih dahulu. Aku dan temanku, sih, pesan yang small dan rotinya dipanggang. 

YUM!

    Rupanya agak susah, ya, memutuskan rencana perjalanan bagi orang-orang yang kalau keluar hanya ke sana lagi, ke sana lagi. Karena awalnya kami hanya berencana sampai ke Es Coklat Impian, selanjutnya kami bingung mau ke mana lagi karena merasa agak tanggung untuk menghentikan perjalanan ketika jam masih menunjukkan pukul 12 siang. Ke mana ya, yang tidak mengeluarkan banyak duit dan mudah diakses transportasinya? 

    Akhirnya, kami memutuskan pilihan untuk pergi ke Malioboro! Jalan-jalan di Malioboro memang pilihan yang paling mudah. Cukup mencari halte terdekat, beli tiket, kita bisa pergi ke Malioboro. Saat berjalan menuju halte, cuaca agak mengkhawatirkan. Tapi, selagi belum hujan, perjalanan masih berlanjut!

Sudah terlihat agak mendung.

    Sesampainya kami di Malioboro, tujuan kami adalah Malioboro Mall. Lagi-lagi, pilihan termudah. Sebenarnya tak banyak sih yang dilakukan, hanya cuci mata hehehe. Setelah itu, makin siang ternyata terasa makin lapar ya. Saatnya cari makan!

*iseng memotret*

    Awalnya, kami ingin makan yammie di daerah Ketandan, tapi sayangnya tutup. :( 
    Jadi, cuma dapat foto di Jalan Ketandan, nih.

Maaf filternya agak dramatis.

    Oke, masih banyak tempat makan lain di area Malioboro. Atas usul temanku, kami berbalik arah dan menyeberangi daerah di seberang area Ketandan. Aduh, maaf gak hafal namanya hehe. Untuk memenuhi keinginan makan kami, kami pergi ke sebuah tempat makan yang sudah sangat dikenal pempeknya. Betul, Pempek Ny. Kamto adalah tujuan kami.

    Di sana, aku pesan menu Mie Tahu dengan minumnya, yaitu es teh manis. Perpaduan yang sedap di siang hari. Temanku memesan menu lain, yaitu Mie Laksan kesukaannya dengan minuman es teh tawar.

Mie Tahu pesananku.

    Perasaan di daftar menu terlihat sedikit, tapi ternyata seporsi Mie Tahu benar-benar memenuhi perut! 

    Hari makin sore, berarti perjalanan kami berdua sudah berakhir. Kami pun berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing karena tampaknya gerimis juga sudah mulai turun. Tapi tunggu, aku mau pulang kok masih terlalu kenyang, ya. Duduk dulu, deh. Gerimisnya agak reda.

Duduk di depan tempat cuci tangan.

    Sambil menunggu perut agak ringan, aku duduk di bangku dan melihat-lihat para wisatawan yang sedang menikmati suasana Malioboro. Sekarang Malioboro terlihat lebih leluasa tanpa adanya pedagang di sepanjang jalan untuk para pejalan kaki. Tapi, tetap saja ramai, karena pejalan kaki-lah yang sekarang memenuhi jalanannya.

    Oke, perut sudah mendingan. Sebaiknya aku segera pesan ojek online sebelum hujan turun makin deras. Itu pikiranku pada awalnya. Tapi, setelah berjalan-jalan sedikit dan melihat halte Trans Jogja, aku jadi tergoda untuk pulang naik bis saja. Rencana untuk pulang ini justru menjadi titik yang menunjukkan bahwa perjalananku belum usai.

    Setelah bertanya pada petugas tentang rute mana yang sebaiknya kuambil untuk bisa turun di portable dekat kosku, aku dengan yakin menunggu. Tidak begitu lama bis itu tiba. Naik bis yang adem di sore hari dengan keadaan perut kenyang ternyata bikin ngantuk, apalagi di luar mulai turun gerimis lagi. Tapi, aku tidak boleh tidur, karena selanjutnya aku harus berganti bis terlebih dahulu di Ngabean agar bisa sampai ke tujuan akhirku. Lagi-lagi, aku menunggu. Agak lebih lama dari sebelumnya, tapi ini tidak masalah.

    Setelah datang bis yang kunantikan, cepat-cepat aku naik dengan yakin. Aku berusaha menikmati perjalanan ini meskipun tiba-tiba merasa tidak yakin. Memang betul kata peribahasa, "Malu bertanya, sesat di jalan." Kalau aku melupakan peribahasa ini, entah bisa sampai mana aku karena ternyata aku hampir salah tujuan untuk turun. Halte yang semula direkomendasikan oleh petugas ternyata adalah halte yang jauuuuuuuh dari kosku. Apakah aku harus bersyukur dengan kenyataan itu? Half yes and half no.

Di tengah perjalanan.

    Ternyata aku masih harus berganti rute bis lagi dan menurut petugas, aku harus menunggu sekitar 50 menit! Padahal, di dalam bis sebelumnya aku sudah merasa sangat mengantuk dan rasanya ingin cepat-cepat turun. Menghadapi kenyataan itu aku agak menyesal kenapa tidak langsung pesan ojek online saja tadi? Kan jadi tidak perlu muter-muter. Ya, tapi mau bagaimana lagi? Kenyataannya aku memang harus sabar menunggu. 

Menunggu (lagi (dan lebih lama)).

    Untung aku punya teman-teman baik yang mau menemaniku bertukar pesan supaya aku tidak ketiduran di halte. Ya, untuk menghabiskan waktu. Terima kasih, ya hehehe.

    SYUKURNYA. (asli, aku harus pakai kapital karena aku sangat senang saat itu). Syukurnya, bis yang kutunggu datang lebih awal, kurang dari 50 menit, kok. ALHAMDULILLAH.

Bukti betapa bahagianya aku.

    Aku jadi begitu semangat sepanjang perjalanan naik bus ini.


Di dalam bis yang paling kunantikan.

    Agak lebay memang untuk dikatakan, tapi kali ini aku benar-benar merasa sangat bahagia ketika melihat portable dekat kos yang sudah sering kulihat dan sebenarnya biasa saja. Itu karena saking senangnya bisa pulang setelah melalui perjalanan yang begitu panjang. Fiuh, akhirnya....


halo, portable.

    Begitulah kisahku cosplay jadi turis. Seru, sih. Sepertinya aku harus mencoba perjalanan melewati rute lain (kalau sedang tidak capek). Terima kasih sudah membaca sampai akhir! 

Kalian jangan lupa refreshing, ya!😆

Komentar

  1. Balasan
    1. Hahaha iya dong. Yuk, kapan-kapan kita refreshing bareng :>

      Hapus
  2. Gambarnya ada yg nggak kliatan tu kak, semangattt nulisnyaa....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer