Karangan fiksi: Cerita yang Berkesan

    Cerita yang Berkesan

    Di sore yang sendu karena cuaca sedang hujan ini aku tiba-tiba teringat pertemuan kita yang masih membekas di otakku. Selain karena kita bertemu di hari spesialku, tapi juga karena kita bertemu di tempat kesukaanku, toko buku.

(ilustrasi; dokumen pribadi)

    Hari itu di toko buku, seperti segala hal yang semestinya terjadi di bumi ini, sebuah peristiwa yang dianggap kebetulan terjadi pada kita. Entah bagaimana di hari itu kita mencari sebuah buku yang sama, kita sama-sama bertanya pada penjaga toko buku yang berdiri di tengah-tengah seolah menjadi wasit atas perlombaan yang diikuti olehmu dan aku untuk memperebutkan buku yang ternyata katanya tinggal satu itu. Pada saat itulah aku benar-benar menatap kamu yang dengan pakaian santaimu tapi keren itu berdiri menjulang berbalik menatapku. Sepertinya melalui tatapan itu kita sama-sama bertanya siapa yang akan mendapatkan buku ini? Penjaga toko itu meninggalkan kita yang masih bertanya-tanya dengan sebuah pesan untuk menyerahkan keputusan itu pada kita berdua. Aku tidak pernah berdiskusi dengan orang asing. Lalu, untuk sebuah buku yang kuharap semula bisa menjadi kado untuk diriku sendiri, jelas aku tidak mau mengalah. Kupikir seperti kebanyakan yang pernah kudengar, kamu akan mengalah padaku sebagai seorang jentelmen. Aku cukup terkejut karena ternyata kamu tidak seperti dugaanku. Aku harus memikirkan cara lain untuk membujukmu agar mau menyerahkan buku itu padaku, tapi tak satu pun ide terlintas di otakku dan bahkan aku sempat berpikir untuk merelakannya saja padamu lalu memesannya lewat online saja, hingga kamu tiba-tiba mencetuskan sebuah ide yang membuat aku seketika memiliki harapan kembali. Kamu menantangku untuk memberikan sebuah alasan yang menarik supaya kamu bisa berbesar hati dan merelakannya untukku. Dengan cepat aku menjawab bahwa buku itu adalah buku yang telah menjadi incaranku sejak lama dan baru bisa kubeli sekarang, di hari istimewaku, sebagai kado untuk diriku sendiri. Responmu saat itu benar-benar membuatku ingin menonjok wajahmu, tapi untunglah bisa kutahan karena aku berusaha menahan amarahku. Begini kira-kira katamu, "Waw, selamat ulang tahun, ya. Tapi, maaf sepertinya kamu belum beruntung!" Aku dengan sangat TERPAKSA, Catat terpaksa dengan huruf kapital, harus berbesar hati dan mengalah karena aku tau bahwa kamu yang pertama kali meraih buku itu. 

    Aku pergi meninggalkanmu dan keluar dari toko dengan lunglai, bergerak menuju gerai minuman yang terkenal dengan warna ungunya. Meskipun sedikit kecewa karena rencana untuk menyenangkan diri dan memberi kado pada diriku sendiri jadi berantakan, aku harus tetap melanjutkan hari itu karena masih ada banyak rencana yang akan kulakukan sesudahnya. Setelah membeli segelas minuman dengan topping pearl favoritku itu, aku beranjak untuk masuk pada sebuah gerai makanan cepat saji yang menjual ayam goreng yang tampak kriuk dari foto yang mereka pajang di iklannya. Dari tempatku duduk, aku melihat kamu, ya betul kamu yang sudah merebut buku incaranku, masuk ke tempat yang sama sambil membawa sebuah bingkisan yang kutebak adalah buku tadi! Aku masih menyimpan dendam padamu sehingga aku tidak mau menatap kamu yang sedang mencari kursi dengan lebih lama, aku memandang ke tempat lain, ke mana sajalah asal bukan padamu! Huh! Aku mainkan saja ponselku sambil menunggu makanan di depanku ini agak dingin, itu kebiasaanku. Tak terduga sekali ternyata kamu menuju tempatku dan hanya dengan sebuah kalimat izin yang belum kuizinkan tiba-tiba kamu sudah duduk di depanku dan memberikan cengiran yang tak bisa kumengerti apa maksudnya. Aneh. Orang ini aneh, pikirku waktu itu. Meskipun sebenarnya enggan untuk beramah-tamah dengan orang asing, terutama lawan jenis, aku tetap harus bersikap sopan padamu dan langsung menanyakan apa motifmu tiba-tiba duduk di kursi depanku ketika masih banyak sekali kursi yang kosong di sekitar. Kamu bilang padaku bahwa ada barangku yang ketinggalan sambil menyerahkan bingkisan yang kamu bawa. Aku yang tak merasa ketinggalan barang apa pun segera membuka bungkusan itu dan kuketahui bahwa barang itu, sesuai dugaanku tadi, memang buku yang tadi menjadi rebutan dan ketika kuambil, kamu mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Aku masih ingat ucapanmu yang ini, "Selamat ulang tahun, mbak! Hari ulang tahun cuma ada sekali dalam setahun, jelas istimewa sekali. Jadi, ini buat mbak aja." Aku sangat terkejut waktu itu dan panik untuk segera mengganti uang yang kamu keluarkan, tapi kamu menolak, kamu bilang itu kado darimu untukku, masih dengan cengiran yang bertengger di wajahmu. Oh aku mungkin terlihat sangat terharu dan bahagia waktu itu dan aku memang benar-benar merasakannya. Aku ucapkan makasih berulang kali padamu. Setelah menjawab dengan sama-sama, kamu bangkit dan hendak pergi tapi kutahan kepergianmu dan berkata bahwa aku akan menraktirmu. Ah, rupanya kamu memang orang yang blak-blakan, tanpa basa-basi kamu langsung setuju, aku hanya bisa tertawa dan segera memesan makanan untukmu. Biarlah makananku telah dingin, tapi hatiku benar-benar hangat atas tindakanmu waktu itu. Tindakan yang mengawali semua cerita yang terus mengikuti terjadi. Aku benar-benar senang bisa mengenalmu meskipun awalnya sempat menganggap kamu aneh. 


    Begitu menyenangkan untuk kembali ke masa lalu. Tapi, masa lalu tetaplah di belakang dan kini aku sedang menghadapi masa yang mengantarkanku kembali pada fakta bahwa perkenalan kita yang berkesan waktu itu adalah awal yang sangat bagus, untuk ceritamu dan sahabatku. Semoga selalu bahagia, ya!

Komentar

  1. AKKKKKKKKKKKKKKKKKK wkwkwkwkw waktu baca berasa kamu kek nyeritain pengalamanmu sendiri dan aku bayanginnya itu adalah toko buku besar di kota tempatmu merantau, terus kedai minuman ungu juga ada di dekat sana, apalagi toko ayam kriuknya. Semoga kamu juga selalu bahagia! Karena jatuh cinta di toko buku itu susah melupakannya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa bagian memang terinspirasi dari hal-hal yang ada di dekatku HAHAHAHA tapi tetap saja ini cuma fiksi kok:> Omong-omong terima kasih sudah bersedia mampir dan meninggalkan komentar^^ semoga kebahagiaan juga menjadi milikmu.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer